Indonesia Fokus Regenerasi Atlet dan Raih Prestasi Maksimal di APG 2026

Rabu, 21 Januari 2026 | 12:21:48 WIB
Indonesia Fokus Regenerasi Atlet dan Raih Prestasi Maksimal di APG 2026

JAKARTA - ASEAN Para Games 2025 di Nakhon Ratchasima, Thailand menjadi tantangan baru bagi kontingen Indonesia. 

Target medali Indonesia ditetapkan lebih rendah dibandingkan capaian sebelumnya. Kementerian Pemuda dan Olahraga bersama NPC Indonesia menargetkan 82 emas, 77 perak, dan 77 perunggu dengan sasaran tiga besar klasemen akhir.

Target ini kontras dengan pencapaian di ASEAN Para Games 2023 di Phnom Penh, Kamboja. Saat itu Indonesia berhasil meraih 159 emas, 148 perak, dan 94 perunggu, menegaskan dominasinya. Dari edisi Solo 2022 hingga Kuala Lumpur 2017, Indonesia hampir selalu berada di puncak klasemen.

Penurunan target bukan berarti menurunkan ambisi. Faktor utama adalah kebijakan tuan rumah Thailand yang memangkas nomor lomba. Khususnya cabang atletik dan akuatik, yang biasanya menjadi lumbung medali Indonesia, dikurangi jumlahnya.

Perhitungan Target Medali yang Disesuaikan

Awalnya target medali Indonesia sempat diproyeksikan mencapai 120 emas. Namun setelah sejumlah nomor lomba dihapus, target disesuaikan agar realistis. Thailand diperkirakan menjadi juara umum dengan keuntungan sebagai tuan rumah, membuat persaingan lebih ketat.

Berkaca pada SEA Games 2025, Thailand mengoleksi 233 emas dan mengungguli Indonesia yang berada di posisi kedua. Indonesia tetap mengirimkan kekuatan penuh dengan 290 atlet. Mereka akan bertanding di 18 cabang olahraga untuk menjaga prestasi dan konsistensi raihan medali.

Beberapa cabang masih menjadi tumpuan medali utama. Atletik menargetkan 25 emas, catur 12 emas, dan tenis meja 11 emas. Target tersebut mencerminkan strategi NPC Indonesia untuk tetap bersaing di nomor-nomor yang selama ini konsisten memberi hasil.

Regenerasi Atlet Muda Jadi Prioritas

ASEAN Para Games 2025 juga dijadikan momentum regenerasi atlet. NPC Indonesia menurunkan atlet muda, termasuk yang tampil di Asian Youth Para Games 2025. Langkah ini untuk memberi mereka pengalaman bertanding di level senior.

Pendekatan ini menandai pergeseran fokus dari capaian jangka pendek ke pembinaan jangka panjang. Para atlet muda diharapkan bisa menjadi pengganti Ni Nengah Widiasih dan Leani Ratri Oktila. Persiapan regenerasi bahkan sudah dimulai sejak Pekan Paralimpiade Nasional 2024 di Surakarta.

Meskipun menurunkan atlet muda, Indonesia tetap menurunkan atlet senior di nomor-nomor strategis. Leani, Ratu Para Bulu Tangkis, dan Widi dari angkat berat masih tampil. Hal ini menjaga keseimbangan pengalaman senior dengan energi dan motivasi atlet muda.

Fokus, Mental, dan Profesionalisme di Arena

Menteri Pemuda dan Olahraga menekankan pentingnya fokus bertanding. Erick Thohir meminta atlet, pelatih, dan ofisial tidak terganggu dinamika nonteknis. Mental bertanding, konsentrasi, dan semangat juang menjadi kunci pencapaian target 82 emas.

Dinamika di luar arena tidak boleh mengurangi persiapan atlet. Profesionalisme menjadi faktor krusial agar energi kontingen sepenuhnya tercurah pada pertandingan. Target yang lebih rendah justru menuntut efisiensi dan konsistensi performa di setiap nomor yang masih dipertandingkan.

Strategi ini membuat setiap pertandingan memiliki arti lebih penting. Pemain senior memberikan bimbingan kepada atlet muda di lapangan. Kombinasi ini diharapkan memperkuat peluang meraih medali sambil menyiapkan regenerasi untuk ajang internasional mendatang.

Manajemen Prestasi untuk Masa Depan

ASEAN Para Games 2025 menjadi edisi ke-13 dengan 493 medali emas diperebutkan. Sebanyak 11 negara ikut serta dari 19 cabang olahraga dan dua cabang ekshibisi. Indonesia harus menyesuaikan target prestasi dengan perubahan teknis dan peluang regenerasi atlet.

Fokus bukan lagi dominasi mutlak, tetapi pengelolaan prestasi jangka panjang. Struktur cabang, distribusi nomor, dan strategi pembinaan menjadi variabel utama membaca hasil akhir. Target ini sekaligus menjadi tolok ukur pembinaan menuju Asian Para Games dan Paralimpiade Los Angeles 2028.

Kontingen Indonesia akan bertanding dengan kombinasi atlet muda dan senior untuk menjaga keberlanjutan prestasi. Setiap medali yang diraih juga menjadi pengalaman berharga bagi atlet muda. ASEAN Para Games 2025 menegaskan bahwa strategi prestasi berkelanjutan sama pentingnya dengan raihan juara umum.

Terkini