JAKARTA - Harga batu bara kembali menunjukkan tren positif menjelang perdagangan pekan ini. Kenaikan harga akhir pekan lalu menjadi sinyal optimisme pasar.
Investor dan pelaku industri energi mulai menyesuaikan strategi menghadapi kondisi ini.
Perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat 16 Januari 2026, menutup kontrak batu bara di pasar ICE Newcastle sebesar US$ 108,85 per ton. Angka ini naik 0,42% dibandingkan penutupan sebelumnya. Secara point-to-point, kenaikan pekan lalu mencapai 1,44%, menandai momentum positif komoditas.
Faktor global menjadi penggerak utama harga batu bara. Kabar dari China mendorong kenaikan harga secara signifikan. Pemerintah Presiden Xi Jinping berencana mengoperasikan 100 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sepanjang tahun 2026.
Dampak Kebijakan China terhadap Harga
Rencana penambahan kapasitas pembangkit listrik di China akan meningkatkan kebutuhan pasokan batu bara. Selain itu, peningkatan transmisi listrik turut memperkuat permintaan komoditas ini. State Grid Corporation of China mengalokasikan anggaran CNY 4 triliun dalam lima tahun untuk memperkuat penyaluran listrik, naik sekitar 40% dibandingkan periode 2021–2025.
Sebagai produsen dan konsumen terbesar, China memiliki pengaruh besar terhadap harga global. Setiap perubahan kebijakan energi di sana akan berdampak langsung pada pasar batu bara internasional. Investor pun memantau perkembangan ini untuk merencanakan strategi perdagangan.
Analisis Teknis Tren Batu Bara
Secara teknikal, batu bara masih berada di zona bullish. Hal ini terlihat dari indikator Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang mencapai 52. Nilai RSI di atas 50 menunjukkan tren positif, meskipun belum jauh dari netral sehingga pergerakan cenderung hati-hati.
Indikator Stochastic RSI 14 hari berada di angka 69, menandakan sinyal beli (long) yang kuat. Sementara Average True Range (ATR) 14 hari ada di 2, menandakan volatilitas harga relatif rendah. Kondisi ini memperlihatkan pasar cenderung stabil dengan pergerakan harga terbatas.
Investor diharapkan memperhatikan level support dan resistance. Target resisten terdekat berada di kisaran US$ 109–110 per ton. Sedangkan target support diperkirakan ada pada level US$ 106–105 per ton.
Prediksi Harga Pekan Ini
Memasuki perdagangan minggu ini, harga batu bara diperkirakan bergerak terbatas. Tekanan permintaan dari China tetap menjadi pendorong utama. Namun, volatilitas yang rendah membuat pergerakan harga tidak akan terlalu ekstrem.
Harga kemungkinan berfluktuasi di kisaran yang sempit. Lonjakan besar kurang memungkinkan, kecuali ada sentimen baru dari faktor global atau domestik. Oleh karena itu, pedagang dianjurkan tetap waspada terhadap perubahan mendadak.
Strategi Perdagangan dan Antisipasi
Bagi pelaku industri dan investor, memahami pergerakan teknikal sangat penting. Kesiapan menghadapi level support dan resistance membantu mengelola risiko. Strategi jual-beli sebaiknya disesuaikan dengan kondisi pasar yang stabil namun terkadang rentan sentimen eksternal.
Selain itu, permintaan dari China akan tetap menjadi perhatian utama. Lonjakan konsumsi listrik di sana memengaruhi aliran perdagangan batu bara internasional. Dengan memahami tren dan indikator teknikal, pelaku pasar dapat merencanakan keputusan investasi lebih matang.
Prospek Pasar Batu Bara Jangka Pendek
Prospek jangka pendek memperlihatkan stabilitas yang relatif baik. Harga tetap berada di zona bullish dengan volatilitas rendah. Hal ini menjadi sinyal positif bagi produsen, eksportir, dan investor di sektor energi.
Kondisi pasar yang stabil memungkinkan perencanaan produksi dan distribusi lebih efisien. Perusahaan tambang dapat mengatur stok dan pengiriman sesuai kebutuhan pasar. Investor pun dapat memanfaatkan kondisi ini untuk mengambil keputusan dengan risiko terkendali.
Pergerakan harga yang terbatas juga memberikan ruang bagi analisis lanjutan. Setiap sentimen baru dari faktor global maupun domestik tetap harus diantisipasi. Pasar batu bara, dengan pengaruh besar dari China, akan terus menjadi perhatian pelaku energi dan investasi global.
Dengan kombinasi faktor teknikal, permintaan global, dan kebijakan energi, pekan ini harga batu bara diperkirakan tetap stabil. Tren bullish yang moderat menjadi sinyal positif bagi industri. Investor disarankan memantau pergerakan harga dan indikator teknikal untuk strategi perdagangan yang efektif.