JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis menunjukkan capaian signifikan dalam waktu relatif singkat.
Pemerintah menilai program ini sebagai terobosan besar dalam kebijakan pemenuhan gizi nasional. Skala penerima manfaatnya bahkan disejajarkan dengan jumlah penduduk negara lain.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa jumlah penerima program MBG telah mencapai 58 juta orang. Angka tersebut disebut setara dengan sembilan kali jumlah penduduk Singapura. Pernyataan itu disampaikan dalam peresmian proyek energi nasional.
Capaian tersebut dinilai mencerminkan kemampuan manajemen program yang kuat. Pada awal peluncurannya, MBG sempat diragukan banyak pihak. Namun realisasi di lapangan menunjukkan hasil yang melampaui ekspektasi.
Perbandingan Global Capaian Program
Presiden Prabowo menjelaskan bahwa jumlah penerima MBG setara sembilan kali populasi Singapura. Ia menegaskan bahwa penduduk Singapura sekitar enam juta jiwa. Dengan demikian, pemerintah Indonesia memberi makan setara sembilan negara tersebut setiap hari.
“Kalau Singapura penduduknya 6 juta, berarti kita memberi makan 9 Singapura. Kita kasih makan tiap hari,” ujar Prabowo. Pernyataan itu menggambarkan besarnya skala program yang dijalankan. Pemerintah menyebut hal tersebut sebagai capaian yang belum banyak dilakukan negara lain.
Prabowo juga membandingkan dengan negara lain yang memiliki program serupa. Brasil disebut hanya mampu menjangkau 41 juta penerima selama sebelas tahun. Sementara Indonesia mencapai 58 juta dalam waktu satu tahun.
Program yang Awalnya Diragukan
Pada fase awal, MBG dinilai mustahil oleh sebagian kalangan. Keraguan terutama datang dari aspek manajemen dan distribusi. Skala nasional dianggap terlalu kompleks untuk dijalankan dengan cepat.
Prabowo menyampaikan bahwa keraguan tersebut kini terbantahkan. “Kita 58 juta dalam setahun,” kata Prabowo. Ia menilai program yang dianggap tidak mungkin justru menjadi contoh internasional.
Menurutnya, MBG kini dapat dijadikan studi kasus keberhasilan. Program ini membuktikan bahwa tantangan besar bisa dijawab dengan perencanaan matang. Pemerintah melihat hasil tersebut sebagai fondasi kebijakan sosial ke depan.
Target Ambisius Tahun Berikutnya
Pemerintah tidak berhenti pada capaian saat ini. Presiden Prabowo menargetkan jumlah penerima MBG meningkat pada tahun berikutnya. Target tersebut dipatok mencapai 82 juta penerima manfaat.
Target itu mencerminkan perluasan jangkauan program secara nasional. Pemerintah menilai infrastruktur dasar sudah terbentuk. Dengan demikian, peningkatan jumlah penerima dinilai realistis untuk dicapai.
Perluasan ini diharapkan berdampak langsung pada peningkatan kualitas gizi masyarakat. Program MBG diarahkan untuk menjangkau kelompok prioritas. Fokusnya mencakup kelompok rentan dan usia produktif masa depan.
Peran SPPG dalam Distribusi MBG
Dalam pelaksanaannya, MBG didukung oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. Hingga akhir Desember 2025, jumlah SPPG tercatat sebanyak 19.188 unit. Dapur ini menjadi tulang punggung distribusi makanan bergizi.
Jika dibandingkan awal Januari 2025, jumlah tersebut meningkat drastis. Saat itu, program baru menjangkau 570.000 penerima dengan 190 SPPG. Pertumbuhan ini menunjukkan percepatan pembangunan infrastruktur pendukung.
Jumlah SPPG terus bertambah hingga awal Januari 2026. Total unit mencapai 19.800, meskipun yang beroperasi serentak sebanyak 19.188. Pemerintah menilai angka ini mencerminkan kesiapan operasional nasional.
Dukungan Masyarakat dan Mekanisme Operasional
Program MBG menyasar ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta anak sekolah hingga usia 18 tahun. Intervensi gizi difokuskan pada fase penting pertumbuhan manusia. Pemerintah menilai langkah ini krusial bagi pembangunan jangka panjang.
“Harus Anda ketahui bahwa 19.188 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang sekarang sudah operasional, pembangunannya 100% dibiayai oleh masyarakat,” ujarnya. Pernyataan ini menegaskan kuatnya partisipasi publik. Keterlibatan masyarakat menjadi elemen penting keberlanjutan program.
Untuk operasional satu SPPG, prosesnya memerlukan waktu tertentu. Dari pembentukan hingga dana masuk rekening membutuhkan sekitar lima hingga delapan hari. Oleh karena itu, SPPG yang terbentuk Januari mulai beroperasi pada sesi kedua.